Gus Nadir: ( Kisah Kiai Tua dan Kiai Muda (1): Menggendong Gadis Cantik)
Kiai Muda (KM) itu membuntuti Kiai Tua (KT) yang tengah berjalan menembus hutan. “Pak Yai, ijinkan aku turut berjalan bersamamu,” pinta KM saat KT menoleh kepadanya. Kiai Tua mengangguk ramah. Berjalanlan mereka berdua menembus hutan, mendaki bukit hingga sampai di sebuah sungai. Hujan deras semalaman telah membuat aliran sungai begitu ganas hingga menerjang satu-satunya jembatan. Mereka melihat ada seorang gadis ayu yang seperti kebingungan. Dia membawa belanjaan pasar. Kata gadis itu, “ibu saya menunggu hasil belanja ini tapi saya tak bisa pulang karena jembatan telah hancur. Sudikah kiranya salah satu dari anda berdua menggendong saya menyeberangi sungai?” Kiai Muda langsung menggeleng. “Kami berdua ini kiai, tidak pantas menggendong bukan mahram. Apa kata orang kalau kami sampai berani melakukannya, apalagi anda tidak berjilbab. Jangan-jangan anda perempuan tidak benar yang hendak menggoda kami”. Kiai Tua memberi isyarat agar Kiai Muda berhenti bicara. K...